AKu sering bertemu dengan bapak pengamen ini. Dia buta, sering mengamen di bis antar kota maupun bis kota d surabaya.
Pengamen buta ini biasanya menyanyikan lagu gambus atau sholawat nabi. biasanya selesai ngamen dia mencari duduk di belakang, dengan meraba raba dia mencari tempat duduk yang kosong, terkadang jika tidak menemukan tempat kosong dia akan berdiri saja sampai di pemberhentian berikutnya. sambil menunggu sampai tujuan, pengamen ini seringkali minta tolong pada penumpang didekatnya untuk menkonfirmasi uang yg diperolehnya. dia akan memisahkan antara lima ratusan seribuan dll di saku celana maupun saku bajunya. Kata-kat khas dari dia adalah "nyuwun tulung nyambut lampune nggeh..." (minta tolong pinjam lampunya ) seperti itulah kata-katanya ketika meminta tolong.
Pernah suatu saat dia duduk di sebelahku, dia bercerita tentang dirinya, menurut penuturannya dia sudah mengamen selama belasan tahun untuk menghidupi keluarganya, bahkan untuk menyekolahkan anak dan cucunya yg pada saat itu sudah sma, menurut dia keluarganya tidak tahu pekerjaannya yg ngamen itu.
Aku cuman berpikir, apa benar keluarganya tidak tahu? aku tidak menuduh pengemis itu berbohong namun aku cuman merasa kasihan jika ternyata keluarganya tahu dan membiarkannya.
Kini aku sudah jarang naik angkutan umum, aku tidak tahu pengemis buta itu masih mengamen atau tidak....
No comments:
Post a Comment