hari ini dalam perjalanan pulang dari malang, tetanggaku yg ikut rombongan bercerita:
di suatu tempat (di daerah porong tambakan) ada keluarga yang miskin, kerjaannya kepala rumah tangga adalah menyiram tanaman terong dengan upah yang sanga minim pula.
singkat cerita dia mengalami sakit dan akhirnya meninggal. setelah dia meninggal keluarganya kebingungan karna tidak punya biaya untuk membeli kain kafan, mau minta bantuan tetangga jga hal yang tidak mungkin karena tetangga-tetangganya juga samamiskinnya, akhirnya karena tidak ada kain kafan, mereka menggunakan kain sarung sebagai kafan, si adik dari orang yg meninggal berjanji pada kakaknya yang meninggal jika dia punya rejeki, dia akan mengganti sarung itu dengan kafan yg sebenarnya.
beberapa waktu telah berlalu, si adik sakit-sakitan. dia berusaha berobat kemana-mana tetapi tidak ada hasilnya.
hingga suatu ktik dia bertemu dengan takmir suatu masjid di sekitar situ juga, dia bercerita kalau di dalam mimpi dia ditemui sang kakak yg meminta dia untuk mengganti baju kakaknya, semula sang takmir tidak mengerti, tp ketika si adik bercerita bahwa kakanya belum dikafani dengan layak, si takmir kaget (ternyata di daerah di dekatnya ada yg sedemikian miskinnya tp tidaak ada kepedulian yg berarti dari yg mampu) lalu si takmir menyarankan si adik menjawab kakaknya dengan memberi kain mori sebagai ain kafan,dan menitipkan pada mushola atau masjid, akhirnya si adik menuruti saran itu, dan setiap setahun sekali tepat hari khol, dia melakukan hal yg sama. dan penyakitnya pun sembuh begitu saja. Allah lah yg Maha Tahu segalanya.....
semoga cerita ini bisa menjadi renungan, dan membukahati kita untuk sedikit lebih peduli pada sekitar kita, termasuk kepada tetangga kita
sekedar coretan diri .... tidak semua isi blog adalah karya saya, sebagian adalah copy dari berbagai sumber
Monday, April 20, 2015
Friday, April 17, 2015
kisah hansip yang teraniaya
kejadian ini benar2 terjadi sekitar tahun 70an dan berlokasi di suatu tempat tetangga dari pandaan.
Ada seorang hansip, pada waktu itu, entah apa yang sebenarnya terjadi, dia itu kondisinya sangat miskin. menurut penuturan bebearapa orang dia punya banyak hutang, dan bikin banyak orang geram padanya. hingga suatu ketika dia diketemukan meninggal dalam keadaan berseragam dan kondisi yang sangat mengenaskan. tubuhnya penuh luka aniaya dan di leherna dililit tali tambang, mungkin supaya terkesan bunuh diri. entah mngapa banyak yg tidak suka padanya di kampung itu, dia lantas dikebumikan tanpa disucikan dan tanpa dikafani, dan tanpa didoakan.
Namun, setelah itu ada kejadian aneh terjadi di kampung itu. kejadian yang membuat penduduk kampung enggan tidur sendiri, kejadian yg sangat mencekam. setiap hari mereka menemui penampakan dari hansip itu. hansip itu selalu ikut jamaah sholat, penduduk bisa meliht wujudnya tapi tidak bisa menyentunya, penduduk diliputi ketakutan yang sangat.
kejadian ini berlangsung selama 42 hari hingga sutu ketika ada seorang alim ulama (bener2 kiai sepuh bukan kiai sepuhan). dia berkata pada penduduk kampung untuk menggali makam hansip itu, lantas mensucikan dan mengkafani, serta melakukan pemakaman yang layak. dari kesaksian sejumlah orang, mengatakan kalau hansip itu tersenyum ketika disucikan, dan bahkan setelah 42 hari tubuh hansip itu masih utuh. Barulah setlah itu kebenaran muncul, bahwa sebenarnya hansip ini adalah seorang yang ahli ibadah, hanya saja dia tidak pernah menampakkan ibadahnya kepada orang lain.
setelah pemakaman yang layak itu, tidak ada lagi kejadian yg mencekam di kampung itu.
terkadang kita hanya melihat seseorang hanya dari penampilan, terkadang kita menganggap diri kita lebih baik dari orang lain dan merendahkan orang lain, terkadang hanya karena ketidak sukaan kita pada orang tertentu seing menjadikan kita bersikap tidak adil. Padahal belum tentu kita ini lebih baik dari orang yg kita tuduhkan. Ya Allah, ampuni kami yg penuh dosa dan khilaf ini.
Semoga sepenggal kisah nyata ini menjadi pelajaran dan renungan bagi kita semua, bahwa ibadah itu selayaknya hanya kepada Allah. dan janganlah kita menghakimi orang lain
Ada seorang hansip, pada waktu itu, entah apa yang sebenarnya terjadi, dia itu kondisinya sangat miskin. menurut penuturan bebearapa orang dia punya banyak hutang, dan bikin banyak orang geram padanya. hingga suatu ketika dia diketemukan meninggal dalam keadaan berseragam dan kondisi yang sangat mengenaskan. tubuhnya penuh luka aniaya dan di leherna dililit tali tambang, mungkin supaya terkesan bunuh diri. entah mngapa banyak yg tidak suka padanya di kampung itu, dia lantas dikebumikan tanpa disucikan dan tanpa dikafani, dan tanpa didoakan.
Namun, setelah itu ada kejadian aneh terjadi di kampung itu. kejadian yang membuat penduduk kampung enggan tidur sendiri, kejadian yg sangat mencekam. setiap hari mereka menemui penampakan dari hansip itu. hansip itu selalu ikut jamaah sholat, penduduk bisa meliht wujudnya tapi tidak bisa menyentunya, penduduk diliputi ketakutan yang sangat.
kejadian ini berlangsung selama 42 hari hingga sutu ketika ada seorang alim ulama (bener2 kiai sepuh bukan kiai sepuhan). dia berkata pada penduduk kampung untuk menggali makam hansip itu, lantas mensucikan dan mengkafani, serta melakukan pemakaman yang layak. dari kesaksian sejumlah orang, mengatakan kalau hansip itu tersenyum ketika disucikan, dan bahkan setelah 42 hari tubuh hansip itu masih utuh. Barulah setlah itu kebenaran muncul, bahwa sebenarnya hansip ini adalah seorang yang ahli ibadah, hanya saja dia tidak pernah menampakkan ibadahnya kepada orang lain.
setelah pemakaman yang layak itu, tidak ada lagi kejadian yg mencekam di kampung itu.
terkadang kita hanya melihat seseorang hanya dari penampilan, terkadang kita menganggap diri kita lebih baik dari orang lain dan merendahkan orang lain, terkadang hanya karena ketidak sukaan kita pada orang tertentu seing menjadikan kita bersikap tidak adil. Padahal belum tentu kita ini lebih baik dari orang yg kita tuduhkan. Ya Allah, ampuni kami yg penuh dosa dan khilaf ini.
Semoga sepenggal kisah nyata ini menjadi pelajaran dan renungan bagi kita semua, bahwa ibadah itu selayaknya hanya kepada Allah. dan janganlah kita menghakimi orang lain
Saturday, April 11, 2015
Pengamen buta di bis kota
AKu sering bertemu dengan bapak pengamen ini. Dia buta, sering mengamen di bis antar kota maupun bis kota d surabaya.
Pengamen buta ini biasanya menyanyikan lagu gambus atau sholawat nabi. biasanya selesai ngamen dia mencari duduk di belakang, dengan meraba raba dia mencari tempat duduk yang kosong, terkadang jika tidak menemukan tempat kosong dia akan berdiri saja sampai di pemberhentian berikutnya. sambil menunggu sampai tujuan, pengamen ini seringkali minta tolong pada penumpang didekatnya untuk menkonfirmasi uang yg diperolehnya. dia akan memisahkan antara lima ratusan seribuan dll di saku celana maupun saku bajunya. Kata-kat khas dari dia adalah "nyuwun tulung nyambut lampune nggeh..." (minta tolong pinjam lampunya ) seperti itulah kata-katanya ketika meminta tolong.
Pernah suatu saat dia duduk di sebelahku, dia bercerita tentang dirinya, menurut penuturannya dia sudah mengamen selama belasan tahun untuk menghidupi keluarganya, bahkan untuk menyekolahkan anak dan cucunya yg pada saat itu sudah sma, menurut dia keluarganya tidak tahu pekerjaannya yg ngamen itu.
Aku cuman berpikir, apa benar keluarganya tidak tahu? aku tidak menuduh pengemis itu berbohong namun aku cuman merasa kasihan jika ternyata keluarganya tahu dan membiarkannya.
Kini aku sudah jarang naik angkutan umum, aku tidak tahu pengemis buta itu masih mengamen atau tidak....
Subscribe to:
Comments (Atom)