kejadian ini benar2 terjadi sekitar tahun 70an dan berlokasi di suatu tempat tetangga dari pandaan.
Ada seorang hansip, pada waktu itu, entah apa yang sebenarnya terjadi, dia itu kondisinya sangat miskin. menurut penuturan bebearapa orang dia punya banyak hutang, dan bikin banyak orang geram padanya. hingga suatu ketika dia diketemukan meninggal dalam keadaan berseragam dan kondisi yang sangat mengenaskan. tubuhnya penuh luka aniaya dan di leherna dililit tali tambang, mungkin supaya terkesan bunuh diri. entah mngapa banyak yg tidak suka padanya di kampung itu, dia lantas dikebumikan tanpa disucikan dan tanpa dikafani, dan tanpa didoakan.
Namun, setelah itu ada kejadian aneh terjadi di kampung itu. kejadian yang membuat penduduk kampung enggan tidur sendiri, kejadian yg sangat mencekam. setiap hari mereka menemui penampakan dari hansip itu. hansip itu selalu ikut jamaah sholat, penduduk bisa meliht wujudnya tapi tidak bisa menyentunya, penduduk diliputi ketakutan yang sangat.
kejadian ini berlangsung selama 42 hari hingga sutu ketika ada seorang alim ulama (bener2 kiai sepuh bukan kiai sepuhan). dia berkata pada penduduk kampung untuk menggali makam hansip itu, lantas mensucikan dan mengkafani, serta melakukan pemakaman yang layak. dari kesaksian sejumlah orang, mengatakan kalau hansip itu tersenyum ketika disucikan, dan bahkan setelah 42 hari tubuh hansip itu masih utuh. Barulah setlah itu kebenaran muncul, bahwa sebenarnya hansip ini adalah seorang yang ahli ibadah, hanya saja dia tidak pernah menampakkan ibadahnya kepada orang lain.
setelah pemakaman yang layak itu, tidak ada lagi kejadian yg mencekam di kampung itu.
terkadang kita hanya melihat seseorang hanya dari penampilan, terkadang kita menganggap diri kita lebih baik dari orang lain dan merendahkan orang lain, terkadang hanya karena ketidak sukaan kita pada orang tertentu seing menjadikan kita bersikap tidak adil. Padahal belum tentu kita ini lebih baik dari orang yg kita tuduhkan. Ya Allah, ampuni kami yg penuh dosa dan khilaf ini.
Semoga sepenggal kisah nyata ini menjadi pelajaran dan renungan bagi kita semua, bahwa ibadah itu selayaknya hanya kepada Allah. dan janganlah kita menghakimi orang lain
No comments:
Post a Comment